SELAMAT DATANG DI BLOG ILMU ELEKTRO Desember 2013

Rangkaian Alaram Sepeda motor menggunakan Relay

Posted by Unknown Jumat, 27 Desember 2013 0 komentar

Cara Membuat Rangkaian Alarm Sepeda Motor - Rangkaian alarm motor bisa menjadi salah satu alat untuk menjaga motor anda dari pencurian. Anda pun sebenarnya bisa membuat sendiri alarm motor guna mengamankan motor anda.


Sistem alarm sepeda motor ini sendiri cukup mudah dan simpel. Anda hanya perlu mematikan arus dari CDI. Otomatis mesin tidak dapat hidup. Sedangkan kunci kontak dihubungkan ke arah klakson yang membuat klakson akan langsung berbunyi ketika terjadi upaya proses pencurian terhadap motor anda. Tentunya cukup menarik jika anda bisa membuat rangkaian alarm motor versi anda sendiri.

Bahan yang perlu disiapkan:
1. Saklar (switch) 3 kaki
2. Relay 4 kaki
3. Soket relay
4. Kabel 3 meter

Instalasi Saklar Alarm :
Saklar alarm diletakkan pada daerah yang sulit dijangkau yaitu di bawah jok. Potong kabel negatif CDI yang berwarna hitam bergaris putih, lalu sambungkan ke saklar alarm yang berkaki 3. Perhatikan posisinya. Kabel dari CDI menuju ke saklar dipasang pada kaki nomer 1 (pinggir) sedangkan kabel dari potongan CDI menuju bodi itu dipasang pada kaki nomer 2 (tengah). Kemudian siapkan kabel panjang pada kaki nomer 3 (pinggir) menuju klakson, biarkan dahulu kita lanjut langkah memasang relay dulu.

Memasang relay:
Pasang relay pada soketnya, satukan kaki nomer 86 dengan kabel panjang dari saklar alarm yg tadi telah disiapkan, kemudian sambung ke negatif klakson (kabel klakson berwarna hijau). Sambung kaki nomer 30 dan 85 menjadi satu, lalu disambung ke positif klakson (kabel klakson berwarna oranye). Kaki nomer 87 dipasang ke aki, yaitu kabel merah pada soket berwarna hijau.
Read More..

Rangkaian Power Amplifier OTL 100 Watt

Posted by Unknown 1 komentar
Rangkaian power amplifier jenis OTL (Output Transformer Less) ini punya daya output 100 watt RMS untuk beban 8 ohm. Disebut sebgai power amplifier OTL karena sistem output rangkaian power amplifier ini tidak menggunakan coupling transformer ke beban dan tidak dihubungkan langsung ke beban melainkan menggunakan coupling kapasitor untuk menghubungkan terminal output rangkaian power amplifier dengan beban loud speaker.
Yang membuat rangkaian power amplifier ini disebut sebagai power amplifier OTL adalah dipasangnya coupling kapasitor pada terminal outputnya. Coupling output rangkaian power amplifier ini menggunakan kapasitor elektrolit C8 2200/50v untuk menghubungkan terminal output dengan beban loud speaker. Untuk membuat rangkaian power amplifier 100 watt OTL rakitan dapat dilihat gambar rangkaian dan komponen yang digunakan seperti pada gambar diatas. 
Rangkaian power amplifier ini dibangun menggunakan beberapa transistor dengan sistem output adalah rangkaian push-pull transistor power MJ15003 dan MJ15004 sebagai power amplifiernya. Rangkaian power amplifier OTL 100 watt pada gambar diatas merupakan power amplifier kelas AB yang dioperasikan dengan sumber tegangan DC tunggal + 90 volt DC. 
Daya output yang dapat dihasilkan oleh rangkaian power amplifier ini adalah 100 watt RMS dengan beban berupa loud speaker 8 ohm. Transistor power pada rangkaian power amplifier OTL 100 watt ini harus dilengkapi dengan heat sink pada saat bekerja yang berfungsi untuk menyerap panas yang dihasilkan transistor power tersebut. Untuk menghindari lonjakan tegangan pada terminal output rangkaian power amplifier OTL 100 watt ini perlu dilengkapi dengan rangkaian tunda (speaker protektor) untuk menghubungkan terminal output dengan loud speaker.
Read More..

Rangkain Charger Baterai 12 Volt

Posted by Unknown 0 komentar
Rangkaian Charger Baterai 12 Volt Sederhana ini menggunakan IC regulator tegangan LM350 dengan kemampuan mengalirkan arus 3 Ampere. Rangkaian charger Baterai 12 volt ini cukup sederhana dan dapat digunakan untuk mengisi Baterai kering maupun accumulator. Rangkaian charger Baterai 12 volt pada gambar dibawah adalah rangkaian kontrol charger yang masih membutuhkan sumber tegangan input dari power supply dengan range tegangan DC +17 volt hingga +30 volt dan kemampuan mensupply arus 3 Ampere. Rangkaian lengkap beserta daftar komponen untuk membuat charger Baterai 12 volt dapat dilihat pada gambar berikut :
Rangkaian Charger Baterai 12 Volt pada gambar diatas dilengkapi dengan pengatur level tegangan output yang dapat dikontrol melalui potensiometer P1 2,2 KOhm dari +13,5 volt DC hingga +14,5 volt DC.Agar dapat memonitor teperature dari Baterai yang dicharge (diisi) sebaiknya R3 10 K Ohm diganti dengan NTC 10 K Ohm sebagi sensor panas batere. Dioda D1 akan mengalirkan semua arus ke rangkaian kontrol charger batere 12 volt ini baik untuk konsumsi kontrol regultor maupun konsumsi arus pengisian Baterai. 
Oleh karena itu dioda D1 pada rangkaian charger Baterai ini harus dapat mengalirkan arus besar (minimal 5 Ampere) lebih besar lebih baik agar tidak terjadi disipasi daya menjadi panas oleh dioda D1 tersebut. IC regulator LM350 juga berfungsi sebagai power charger dan akan terjadi disipasi daya menjadi panas pada IC LM350 ini, oleh karena itu IC regulator tegngan LM350 ini harus dilengkapi dengan heat sink untuk menyerap panas yang dihasilkan oleh IC LM350 tersebut.
 
Tetap Semangat Broooooo...
Read More..

Rangkaian Elektronika Pengusir Tikus

Posted by Unknown 0 komentar
Dipostingan kali ini saya akan berbagi tentang rangkaian elektronika PENGUSIR TIKUS, cara kerja rangkaian ini adalah dengan cara memanfaatkan sinyal ultrasonic yang bisa membuat telinga tikus terganggu, dengan begitu secara otomatis tikus-tikus akan kabur dengan sendirinya.
hahaha
Berikut rangkaiannya :
Diatas ini merupakan Rangkaian Pengusir Tikus sederhana,
Mudah kan........
jangan bosan-bosan belajar elektronika

Read More..

Rangkaian Croos Over

Posted by Unknown 0 komentar
Dipostingan kali ini saya akan berbagi tentang rangkaian Croos Over. sebelumnya saya akan menjelaskan tentang Croos Over.
Rangkaian Croos Over ini adalah suatu alat untuk meningkatkan kualitas dan mutu dari system audio, dipasang sebelum Loudspeaker. Untuk Loudspeakernya sendiri menggunakan type LS Woofer da Tweeter.
Berikut gambar rangkaiannya :
Daftar komponen
R1............................. 390K
R2............................. 2K2
R3, 4......................... 22K
R5, 6, 9..................... 100K
R7............................. 150K
R8, 10, 11................. 3K9
C1............................. 5uF/16V
C2, 3......................... 33pf
Q1, 2, 3..................... BC109
Loud Speaker............ LS Woofer dan Tweeter

Semoga bermanfaat
:)
Read More..

PROGRAM PENGHITUNG LUAS DAN VOLUME MENGGUNAKAN C++

Posted by Unknown Minggu, 08 Desember 2013 0 komentar
Dipostingan kali ini saya akan mencoba berbagi pengalaman saya tentang pemrograman dengan bahasan C++ menggunakan Dev C++. dan program yang saya buat adalah program untuk mencari luas persegi panjang,segitiga volume bola dan tabung. dan program ini masih bisa anda modifikasi sesuka anda. berikut adalah sintaknya (listing programnya):

#include <stdio.h>
#include <stdlib.h>
int pil; int l, p, Lpp; 
float a, t, Lseg; 
float r, pi, vbol, vtab; 
int main () 

while (1) 
{
printf("SELAMAT DATANG DI PROGRAM PENGHITUNGAN LUAS DAN VOLUME ^_^\n"); printf("======================================================\n"); 
printf("Tekan: \n"); 
printf("1. untuk luas persegi panjang\n"); 
printf("2. untuk luas segitiga\n"); 
printf("3. untuk volume bola\n"); 
printf("4. untuk volume tabung\n"); 
printf("0. untuk keluar\n");
scanf("%d", &pil); 
system("cls"); 
switch (pil) 
{
case 1: 
system("cls"); 
printf("SELAMAT DATANG DI PROGRAM PENGHITUNG LUAS PERSEGI PANJANG\n"); printf("=========================================================\n"); printf("masukkan panjangnya : ", &p); 
scanf("%i", &p); 
printf("masukkan lebarnya : ", &l); 
scanf("%i", &l); Lpp = p * l; 
printf("Luas persegi panjang Anda adalah: %i\n", Lpp); 
break; 
case 2: 
system("cls"); 
printf("SELAMAT DATANG DI PROGRAM PENGHITUNG LUAS SEGITIGA\n"); printf("==================================================\n"); 
printf ("Masukkan Alas: "); 
scanf ("%f", &a);
printf ("Masukkan Tinggi: "); 
scanf ("%f", &t); Lseg = (a*t) / 2; 
printf ("Luas Segitiga adalah: %f\n", Lseg); 
break; 
case 3: 
system("cls"); 
pi = 3.14; 
printf("SELAMAT DATANG DI PROGRAM PENGHITUNG VOLUME BOLA\n"); printf("=================================================\n"); 
printf("Masukkan jari-jarinya : "); 
scanf("%f", &r); 
vbol = (4 * pi * r * r *r) /3; 
printf("Volume bola anda adalah : %.2f\n", vbol); 
break;
case 4: 
system("cls"); 
pi = 3.14; 
printf("SELAMAT DATANG DI PROGRAM PENGHITUNG VOLUME TABUNG\n"); printf("==================================================\n"); 
printf("masukkan jari-jarinya :"); 
scanf("%f", &r); 
printf("masukkan tingginya :"); 
scanf("%f", &t); 
vtab = pi*r*r*t; 
printf("Volume tabung anda adalah : %.2f\n", vtab); 
break; 
case 0: 
exit(0); 

} system("pause"); 
return 0; 

Berikut adalah hasilnya atau tampilan awal: 


Read More..

ALARM SERBAGUNA

Posted by Unknown 0 komentar
Pada postingan kali ini saya ingin berbagi cara membuat alarm serbaguna. Rangkaian Alarm ini menggunakan sensor Sentuh sebagai pemicu berbunyinya alarm.
Alarm ini dapat kita pasang pada motor, mobil, pintu rumah atau tempat lain. Sehingga jika ada yang menyentuh benda yang kita pasangi alarm, alarm akan mengeluarkan bunyi dalam selang beberapa waktu dan akhirnya diam sendiri. Dan akan berbunyi lagi jika tersentuh ulang.
Untuk membuatnya tidaklah sulit. Cukup berbekal sedikit pengetahuan tentang komponen elektro, maka kita sudah bisa membuatnya.
Berikut ini saya bagikan gambar skema rangkaian alarm dengan sensor sentuh, beserta komponen yang diperlukan.

GAMBAR SKEMA RANGKAIAN ALARM DENGAN SENSOR SENTUH
skemarangkaianalarm.jpg

Daftar Komponen :
(khusus untuk IC ada beberapa pilihan)
1. IC = UM66Txx. Menghasilkan melodi lagu seperti berikut ini :
UM66T-01L = Jingle Bells , Santa Claus Is Coming To Town dan We Wish You A Merry Christmas.
UM66T- 05L = Home Sweet Home.
UM66T-09L = Wedding March (Mendelssohn)
UM66T-19L = For Alice
UM66T- 32L = Coo Coo Waltz
UM66T - 68L = It Is A Small World

2. Q1 = 2N3904 (Transistor NPN)
3. Q2 = 2N3906 (Transistor PNP)
4. R1 = 100K 1/4Watt.
5. R2 = 10K 1/4Watt.
6. R3 = 100 ohm 1/4W.
7. C1 = 10uF 25V.
8. PZ1 = Piezo speaker.
9. B1 = Baterai 1.5V x 2buah.
itulah beberapa komponen yang tertera pada skema. Rangkaiannya pun sangat sederhana sehingga sangat cocok untuk para penggemar elektro tingkat pemula.
Bagi yang ingin mencoba membuat silahkan saja semoga dapat bermanfaat dalam kehidupan sehari hari.
Read More..

Total Tayangan Halaman